gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Bagian-bagian dalam kain batik

Batik merupakan kain bergambar yang memiliki pola dan motif tertentu yang merupakan simbol yang mengandung makna. Pola batik merupakan rancangan gambar yang akan diterapkan dalam proses membatik. Sedangkan motif atau corak batik adalah kerangka gambar pada kain batik berapa perpaduan antara garis, bentuk, dan isen-isen yang menjadi satu kesatuan utuh untuk membentuk batik secara keseluruhan. Beberapa motif-motif batik antara lain berpola gambar tumbuh-tumbuhan pada pabrik kain batik, hewan, manusia, geometris, dan lain sebagainya.


Berikut ini kita akan mempelajari bagian-bagian dalam kain batik dan unsur-unsur pembentuk motif batik. Dalam kain batik yang kita kenal saat ini sebenarnya terdiri dari bagian-bagian tertentu. Sedangkan, motif batik pada selembar kain batik terdiri dari unsur-unsur berapa pola dan ragam hias tertentu.

Bagian Kain Batik


Kain batik, baik berupa kain panjang maupun sarung sebenarnya terdiri dari beberapa bagian. Satu lembar kain batik terdiri dari bagian kepala, badan, papan, dan pinggir. Dibandingkan dengan bagian yang lain, seluruh gambaran keindahan motif batik akan diluangkan pada bagian kepala kain yang sering disebut tumpal. Hal tersebut karena bagian tumpal inilah yang akan ditampilkan di bagian depan ketika akan digunakan.


Khusus tumpal kain selendang terletak pada kedua ujung kain. Sedangkan pada kain sarung, kepala kain terletak pada bagian tengah atau bagian ujung yang sedikit menjorok ke bagian tengah kain.

Badan kain batik merupakan bagian motif utama, sedangkan papan merupakan motif pelengkap. Bagian pinggir kain batik yang berwarna putih disebut seret. Motif pinggir kain batik ini biasanya berupa hiasan pinggir.


Unsur dalam Motif Batik 


Gambaran utuh pada selembar pabrik kain batik sebenarnya merupakan pengulangan atau motif dengan pola tertentu. Dengan demikian, pola batik adalah susunan ornamen dan ragam hias untuk membentuk motif batik secara keseluruhan. Dalam sebuah motif batik tradisional biasanya terdiri dari unsur ornamen sebagai motif utama, ornamen pengisi, dan isen-isen.


a. Ornamen Utama


Ornamen utama adalah suatu gambar atau ragam hias dengan bentuk yang dominan dan berukuran cukup besar untuk membentuk suatu motif batik yang mengandung makna tertentu. Oleh karena itu, ornamen utama merupakan unsur pokok dalam sebuah motif batik. Beberapa bentuk ornamen utama dalam motif batik, antara lain Pohon Hayat, Mem atau Gunung, Lidah Api, Ular atau Naga, Burung, Bunga, dan sebagainya.

Berdasarkan ornamen utama inilah bia- sanya suatu motif batik diberi nama. Ornamen utama berupa gambar awan diberi nama motif batik Mega Mendung. Ornamen utama berupa gambar bunga buketan diberi nama motif Batik Buketan, dan sebagainya. Lihat juga : https://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta


b. Ornamen Pengisi


Ornamen pengisi adalah suatu gambar atau ragam hias dengan bentuk yang sederhana dan lebih kecil dibanding ornamen utama untuk mengisi suatu motif batik secara keseluruhan. Selain sebagai Pengisi bidang batik, ornamen ini juga berfungsi untuk memperindah motif batik. Beberapa contoh ornamen pengisi antara lain ragam hias berbentuk sayap, burung, daun, kuncup, dan sebagainya.


c. Isen-isen


Isen-isen motif batik adalah titik-titik, garis-garis, atau gabungan titik dan garis yang berfungsi sebagai pengisi atau pelengkap ornamen-ornamen dari motif batik secara keseluruhan. Isen-lsen bisa juga berfungsi sebagai pengisi bidang di antara ornamen-ornamen pembentuk motif batik. Isen-isen motif ada bermacam-macam, antara lain Cecek-Cecek, Cecek Pitu, Cecek Sawut, Cecek Sawut Daun, Sisik Melik, Sisik Gringsing, Galaran. Rambutan, Sirapan, Cacah Gori dan sebagainya.





  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Bagian-bagian dalam kain batik
      Komentar(0)