gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Usaha pertambangan Migas

Kegiatan Hulu Migas ini didominasi oleh Perusahaan Minyak Internasional (International Oil Companies, IOC), utamanya adalah Perusahaan-perusahaan Multi Nasional (Multi National Companies, MNC') atau dikenal juga sebagai the Majors, selaku kontraktor Pertamina. Dalam waktu yang relatif singkat produksi Migas meningkat sangat tajam. 

Pada awal Kemerdekaan, produksi minyak Indonesia dari lapangan-lapangan tua warisan Belanda sekitar 130.000 barrel sehari, gas bumi belum ada yang dapat diproduksikan secara komersial, dalam jangka waktu 10 tahun pertama telah mampu menemukan cadangan Migas dan memproduksikan minyak lebih dari 1 juta barel sehari, bahkan sejak tahun 1986 mencapai puncak produksinya lebih dari 1,6 juta barrel sehari dan gas bumi sebesar 8 milyar kaki kubik sehari. Dengan proses pembentukan urin tingkat produksi sebesar ini, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri, dan sebagian besar diekspor untuk memperoleh devisa. 

Bahkan, sejak tahun 1974 Indonesia menjadi pengekspor gas alam cair LNG (Liquified Natural Gas) terbesar di dunia dan sebagian hasil gas bumi dimanfaatkan di dalam negeri untuk mendukung pembangunan industri dasar baik sebagai bahan baku industri maupun bahan bakar, di antaranya adalah pabrik baja, pabrik petrokimia, pabrik pupuk dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Dengan produksi sebesar itu, Indonesia menjadi negara penghasil Migas terbesar di kawasan sia Tenggara, dan satu-satunya anggota no Patmosukismo, MNC and the Development Process of the Oil and Gas Industry in ment, Suyit Indonesia, Makalah disampaikan pada International Seminar on Issues of Develop Bandung. 

Agustus 1991, BAB I Pendahuluan 13 yang menyebabkan Indonesia harus menerima bantuan yang ditawarkan oleh IMF (International Monetary Funds) dengan beberapa persyaratan, termasuk mereformasi dua sektor yang penting bagi pulihnya ekonomi yakni Listrik dan Migas Khusus di sektor Migas, alasan dilakukan perubahan ini adalah mengingat peraturan perundang-undangan yang berlaku dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia utamanya gerobak lipat terkait dengan gerakan industrialisasi, globalisasi ekonomi, privatisasi perusahaan-perusahaan negara serta reformasi hukum. 

Usaha pertambangan Migas sebagai penyedia energi dan bahan baku industri serta pendapatan negara perlu diatur dalam suatu Undang-undang yang menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian kegiatan Hulu (eksplorasi dan eksploitasi) dan kegiatan Hilir (kilang, pengumpulan, transportasi dan niaga BBM) melalui mekanisme yang terbuka dan transparan. 

Dengan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai ini, salah satu faktor yang paling mendesak untuk diadakan perubahan ini adalah menghapus monopoli Pertamina di seluruh i sektor kegiatan Migas di Indonesia, karena dianggap sudah tidak sesuai dengan teori ekonomi modern serta tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi dunia. Selain itu, disuarakan dengan keras bahwa sifat monopolistik ini juga penyebab Pertamina tidak dapat meningkatkan efisiensinya dan tidak dapat berkembang sebagaimana diharapkan, menjadi suatu perusahaan minyak bertaraf internasional. 



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Usaha pertambangan Migas
      Komentar(0)