gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Fakta sifat hubungan bumi

Pengalaman selama Era Orde Baru dengan politik hukum nasional dimana ekonomi sebagai panglima, hasil Migas telah mampu menopang Pembangunan Nasional, baik berupa hasil devisa, memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri, mendukung industri yang memerlukan Migas baik sebagai energi maupun sebagai bahan baku industri. Semua itu dilakukan oleh Pertamina yang ditugaskan sebagai satu-satunya BUMN Migas untuk mengelola seluruh kegiatan Migas nasional dan telah berhasil berperan sebagai "Agen Pembangunan" (Agent of Development). Dalam Era Reformasi, politik hukum yang mendasarkan pada "Liberalisasi" yang dipicu oleh krisis ekonomi dan pengaruh globalisasi ekonomi, pengelolaan industri Migas didasarkan pada UU Migas No. 22/2001 beserta peraturan pelaksanaannya menggantikan seluruh proses pembentukan urin peraturan perundang- undangan yang berlaku sebelumnya, juga belum memberikan harapan bahwa langkah kebijakan itu dapat mewujudkan kemakmuran bagi ng rakyat Indonesia.

Bahkan, dengan beberapa contoh akibat ya BAB I Pendahuluan 21 menjadi andalan mengelola industri Migas nasional. Namun, Indonesia juga tidak terlepas dari globalisasi yang mengedepankan liberalisasi ekonomi, bahwa Indonesia juga membuka diri pada dunia internasional, karena masih memerlukan kerja sama dengarn perusahaan-perusahaan minyak internasional (international oil companies, IOC), sehingga walaupun harus tetap mengedepankan kepentingan nasional Indonesia juga wajib mengacu pada berbagai peraturan yang berlaku dalam dunia internasional. Dengan alur pikir ini dan berbekal pengalaman sejarah yang telah dianalisis/dievaluasi secara menyeluruh dan obyektif (keberhasilan, kekurangan, kendala, tantangan dan tujuan yang ingin dicapai), dari Penelitian ini diharapkan dapat disusun suatu konsep politik hukum pengelolaan Migas masa depan yang dapat diandalkan mampu menunjang pembangunan nasional dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Alur pikir ini nampaknya sejalan dengan yang diucapkan oleh Prof. Djokosutono pada awal tahun 1950-an dalam kuliah pertamanya di Fakultas Hukum UI sebagaimana disitir oleh Prof. Awaloedin Djamin, yakni: "In 't heden ligt 't verleden, In 't nu wat komen zal" yang artinya, bahwa "hari ini adalah akibat dari keadaan masa lampau dan apa yang kita kerjakan hari ini akan menentukan masa depan"5 Mengingat Penelitian ini terkait dengan Migas dengan fokus "politik hukum" yang belum pernah dilakukan oleh para Penulis n Penerapan Asas-asas Hukum Nasional, Awaloedin Djamin, Proses Pembinaan Cita Hukum da Majalah Hukum Nasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Dep.

Kehakiman, him. 20 BAB I Pendahuluan 23 (proportional) dengan martabatnya. Keadilan komutatif menyangkut hubungan antar individu satu sama lain dan penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan apabila terjadi perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan hukum Berangkat dari ide menemukan keadilan ini para Bapak Bangsa Indonesia telah sejak awal bercita-cita untuk mengembangkan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia yang salah satunya melalui pemanfaatan sumber daya alam.

Fakta bahwa sifat hubungan bumi dan air wilayah Indonesia dengan bangsa Indonesia adalah abadi, dengan demikian bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan gerobak lipat dari wilayahnya. Kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dan air wilayah Indonesia adalah hak bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional untuk kemakmuran rakyat. Dalam kondisi ini negara berperan sebagai pengatur dan perumus aturan main serta memiliki wewenang mengelola kekayaan nasional tersebut sebaik- baiknya agar tercapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur Oleh karena itu, Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pengelolaan kekayaan nasional melalui konsep negara kesejahteraan Dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum pokok-pokok pikiran sebagai berikut: 1.

Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; Satipto Rahardjo, Imu Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000, hlm. 262-265 BAB I Pendahuluan 25 Aliran hukum yang mengajarkan pencapaian kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi rakyat banyak dikenal sebagai ajaran yang menekankan kemanfaatan atau utilitarianism. Jeremy Bentham sebagaimana disebutkan W.



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Fakta sifat hubungan bumi
      Komentar(0)