gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Pelajaran "sisi lain meja”

Pelajaran "sisi lain meja” mencakup pelajaran lain yang juga mengubah hidup saya. Kecerdasan adalah kemampuan membuat perbedaan yang lebih jelas, atau mengalikan dengan membagi. Dengan duduk di sebuah meja, saya mulai membuat lebih banyak perbedaan, atau belajar pelajaran batu, dari memperhatikan serta mempelajari apa yang sedang terjadi di depan saya. Saya duduk di sana selama berjam-jam, hanya mengamati tapi tidak belajar apa-apa. Begitu ayah kaya menunjukkan kepada saya bahwa meja itu mempunyai dua sisi, saya bisa melihat kedua dunia berbeda yang merupakan asal kedua sisi itu Saya bisa merasakan perbedaan persepsi diri yang diperlukan masing-masing sisi. Selama jam digital masjid bertahun-tahun, saya menyadari bahwa orang-orang yang duduk di seberang saya hanya melakukan apa yang diajarkan kepada mereka, yaitu pergi dan mencari pekerjaan. Mereka diajari di sekolah untuk ”mencari keterampilan yang dibutuhkan para majikan”.

Mereka tidak diajari keterampilan supaya bisa duduk di sisi meja yang lain. Karena instruksi yang diberikan sejak usia muda itu, kebanyakan orang menghabiskan hidup mereka duduk di sisi meja yang lain. Seperti apa jadinya hidup mereka jika mereka diberi tahu, ”Cari keterampilan finansial yang dibutuhkan supaya kamu bisa memiliki meja itu”?

Orang Menemukan Apa yang Sudah Diprogramkan untuk Mereka Cari

Saya juga diajari bahwa orang mencari hal yang berlainan. Ayah kaya berkata kepada saya, ”Sebagian besar orang setelah lulus sekolah mencari pekerjaan, dan itu sebabnya mereka menemukan pekerjaan.” Ia menjelaskan bahwa apa yang kita cari dalam pikiran kita adalah apa yang akan kita temukan dalam seo semarang dunia nyata. Ia berkata, ”Orang yang pergi mencari pekerjaan sering menemukan pekerjaan. Aku tidak mencari pekerjaan. Aku tidak mencari mata pencarian. Aku telah melatih pikiranku untuk mencari peluang bisnis dan investasi. Sejak dulu aku tahu bahwa orang hanya menemukan apa yang sudah dilatih untuk mereka cari. Jika kamu ingin kaya, kamu harus mendidik otakmu untuk mencari hal-hal yang membuatmu kaya... dan sebuah pekerjaan takkan membuatmu kaya, jadi, jangan pergi mencari pekerjaan.”

Ketika saya mengatakan bahwa sistem pendidikan Barat berasal dari Prussia, banyak orang membiarkan komentar ini berlalu begitu saja. Tapi ketika saya menyatakan bahwa tujuan sistem Prussia ini adalah untuk menciptakan pegawai dan tentara, banyak di antara mereka memperhatikan dan membalas ucapan saya dengan tatapan skeptis berkesan sinis dan kadang bermusuhan. Orang yang menjadi paling marah sering merupakan orang yang paling berhasil dalam sistem ini. Ketika ditantang untuk membuktikan kebenaran komentar ini, saya sering mengajukan pertanyaan ini kepada mereka: ”Apa hal pertama yang dicari murid yang baru lulus sekolah?” Dan jawabannya adalah, ”Pekerjaan.” Mereka mencari pekerjaan karena inilah yang sudah diprogramkan kepada mereka untuk dilakukan, dan mereka bereaksi seperti tentara kecil yang patuh. Saya mengatakan hal ini karena, walau negara Prussia sudah tidak ada, gagasannya yang sudah berumur ratusan tahun tetap ada.

Kita sekarang berada di Abad Informasi, dan sudah waktunya mengajari orang untuk tidak sekadar mencari pekerjaan yang aman dan menjamin. Di Abad Informasi, kita perlu terdidik jam digital masjid tidak hanya untuk mencari keterampilan yang dicari para majikan. Di Abad Informasi, kemungkinan besar anak anak anda akan secara teknis kadaluwarsa pada usia tiga puluh tahun. Jika memungkinkan, mengapa kita tidak memberi mereka keterampilan finansial supaya mereka bisa pensiun sebelum mcmasuki usia tiga puluh tahun?



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Pelajaran "sisi lain meja”
      Komentar(0)