gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Murid Lulus Sekolah Tanpa Persiapan

Dengan belajar dari ayah kaya saya, dan secara fisik berulang kali bermain Monopoli, mungkin lima puluh kali setahun, saya mengubah cara berpikir saya. Saya merasa melewati cermin kaca dan mulai melihat sebuah dunia yang tidak bisa dilihat ibu dan ayah saya, meski dunia itu ada tepat di depan mereka. Kalau saya pikir lagi, menurut saya mereka tidak bisa melihat dunia yang dilihat ayah kaya karena secara mental mereka diajari untuk mencari pekerjaan, secara emosional mereka diajari untuk mencari keamanan, dan secara fisik mereka diajari untuk bekerja keras. 

Menurut saya, karena mereka tidak mempunyai formula kemenangan finansial, persepsi diri finansial mereka secara spiritual melemah dan bukan menguat, dan tagihan semakin menumpuk tinggi. Ayah saya bekerja semakin keras, berulang kali mendapat kenaikan gaji, tapi tidak pernah bisa kaya. Ketika kariernya memuncak di usia lima puluh tahun, dan ia tidak bisa pulih dari kemerosotan serta kemandekan pribadi, menurut saya semangatnya akhirnya patah. baca juga : jam digital masjid

Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan dunia masa kini. Sebagian besar murid meninggalkan bangku sekolah dalam keadaan kekurangan uang dan mencari rasa aman..rasa aman yang tidak dapat ditemukan di luar. Rasa aman ditemukan di dalam. Banyak murid lulus sekolah dalam keadaan tidak siap, secara mental, emosional, Fisik, dan spiritual. Sistem sekolah telah melakukan tugasnya dengan menyediakan pasokan pegawai serta tentara yang tak pernah habis, yang mencari pekerjaan, pekerjaan dalam bisnis besar dan dalam dunia militer. Kedua ayah saya menyadari fenomena ini, tapi masing-masing ayah melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Satu ayah melihatnya dari satu sisi meja, dan satu lagi melihatnya dari sisi meja yang lain. https://id.wikipedia.org/wiki/Jam_atom

Ketika saya mengatakan kepada orang-orang, ”Jangan bergantung pada keamanan pekerjaan. Jangan bergantung pada perusahaan untuk memenuhi kebutuhan finansial kalian. Jangan berharap pemerintah akan memenuhi kebutuhan kalian di masa pensiun,” mereka sering gemetar ngeri atau menggeliat takut. Bukan melihat semangat dan gairah mereka, saya malah melihat ketakutan mereka yang semakin besar. Orang lebih suka mempertahankan keamanan pekerjaan daripada mempercayai kemampuan pribadi mereka. Sebagian dari kebutuhan akan rasa aman ini muncul karena mereka tak pernah menemukan identitas baru mereka dan tidak mempercayai kemampuan mereka untuk bertahan hidup sendiri. 

Mereka mengikuti jejak orangtua mereka, melakukan apa yang dilakukan orangtua mereka, dan mengikuti saran orangtua mereka untuk ”Bersekolah supaya mendapat keterampilan bekerja yang dicari para majikan.” Sebagian besar akan menemukan pekerjaan, tapi hanya beberapa yang akan menemukan rasa aman yang benar-benar mereka cari. Sulit untuk mencari rasa aman sejati ketika kemampuan bertahan hidup anda tergantung pada orang lain, seseorang yang kebetulan duduk di sisi lain meja. lihat : jam digital masjid



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Murid Lulus Sekolah Tanpa Persiapan
      Komentar(0)