gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Ciri-ciri pokok ekonomi tradisional

Derbeds dengan feels Weber, Braudel mengawali pemshaman ekonotni kapitalisme darl istilah capital atau capitale deri bahasa istin caput yang berarti kepala. Istilah tersebut pada sbad ke 12 dan 13 dslam berkembang artinya dalam kehidupan sehnri-hari (enery dy We) menjadi dana-dans, stok-stok per- dagangan dan uang Braudel mengutip St. 

Bernando (1380-1444) yang mengacu pada ndam seminale rationem kucrosi quanm communiter oepitol ocmus yang artinya penyebab kemakmuran adalah kapital Arti dari istilah tersebut kemudian menjadi pemilikan uang dari suatu perusahaan atau pabrik batik pekalongan seorang pedagang Menurut Braudel kapitalisme merupakan fenomena historis, artinya kapitalisme tumbuh sebagai konsekuensi dari sebuah proses yang lama sekali jangka waktunya (lounge durre) Proses perjalanan panjang tersebut membentuk pengertian kapitalisme berkembang sebagai suatu kegiatan produksi yang diperuntukan bagi pasar yang dilakukan baik oleh perseorangan maupun secara bersama dengan tujuan memperoleh keuntungan. 

Braudel* menguraikan sejarah panjang kapitalisme ke dalam empat bentuk kapitalisme produksi sebagai berikut Pertama, adalah industri rumah tangga, setiap usaha biasanya dikepalai oleh seorang majikan yang memperkerjakan dua atau tiga pedagang keliling dan satu dua pekerja magang. Pembagian kerjanya sangat sederhana bahkan tidak ada pem- bagian kerja sama sekali. Yang termasuk dalam katagori ini adalah tukang dan pedagang roti, emas, besi, kayu dan lain-lain. Aktivitas home industry dikuasai oleh pertimbangan moral ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan hidup Kedua, adalah aktivitas industri yang disebut sebagai dispersed factory atau pabrik terpencar. 

Pada bentuk ini seorang pedagang kapital bertindak sebagai koordinator menyediakan bahan baku kepada sejumlah industri rumah tangga yang terpencar-pencar. Pedagang kapital mengontrol pelaksanaan pekerjaan, membayar upah pekerja dan memasarkan produk jadi konsumen, contohnya industri tekstil. 

sangat berbeda dari dua bentuk sebelumnya. Para pekerja tidak lagi bekerja di rumahnya masing-masing, tetapi pekerja datang ke pabrik untuk menyelesaikan serangkaian tugas di bawah satu atap. Pada periode ini pengusaha mengembangkan spesialisasi Ketiga, adalah pabrikan yang terkonsentrasi, bentuk ini pekerjaan dalam rangka meningkatkan produksi Keempat, adalah manufaktur di mana tenaga kerja, teknologi-mesin dan bahan bahan baku terkonsentrasi di bawah satu atap, namun rangkaian pekerjaan dominan diselesaikan oleh mesin untuk menghasilkan produk secara massal.

Aktivi dispersed faktory, pabrikan dan manufaktur ini dikuasai oleh pertimbangan rasional ekonomi untuk perkembangan produksi. 2. Dualisme Ekonomi Berbeda dengan perkembangan ekonomi di Eropa Barat Boeke 25 menggambarkan perkembangan ekonomi di Indonesia dengan tesis dualisme ekonomi. Boeke membagi masyarakat ekonomi menjadi sektor modern yang kapitalistik dengan sektor tradisional yang pra kapitalistik. 

Ciri-ciri pokok ekonomi tradisional yang pra kapitalistik adalah sebagai berikut: a) Melebih-lebihkan hubungan sosial sampai merugikan hubungan ekonominya, tingkah laku ekonomi- nya berorientasi padakonsumsi dari pada produksi, b) Terlalu mengutamakan kepentingan umum dan terlalu meremehkan kepentingan pribadi, c) Menyamakan hubungan kerja dengan hubungan patriarkhal. 

Sebaliknya ekonomi modern yang pabrik batik pekalongan kapitalistik memiliki ciri- ciri a) beorientasi pada kepentingan produksi, b) Mengutamakan pertimbangan ekonomi di atas pertimbangan sosial, c) Mendahulu kan kepentingan perorangan dari kepentingan bersama Hubungan kerja bersifat lugas dan kontraktual. Sektor modern kapitalis ditandai dinamika yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi, sebaliknya sektor tradisional yang pra kapitalistik ditan stasioner tidak menghasilkan pertumbuhan ekonomi.



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Ciri-ciri pokok ekonomi tradisional
      Komentar(0)