gooretro

era baru dunia digital ada ditangan kita

Gaya Belajar yang Berlainan

Selama bertahun-tahun kemudian saya belajar berenang di laut, karena saya suka memancing menggunakan tombak dan menangkap lobster. Di usia dua belas tahun, saya mulai berselancar, tapi saya masih tidak bisa berenang dengan gaya yang benar.

Willy, di pihak lain, dalam waktu singkat sudah bisa berenang dan tak lama kemudian mengikuti lomba renang di berbagai tempat di Hawaii. Di SMU ia mengikuti kejuaraan renang senegara bagian. Meski ia tidak menang, kisah hidupnya menceritakan https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid betapa ia mengubah sebuah kecelakaan yang nyaris menyebabkan kematiannya menjadi hobinya.

Kecelakaannya membuat keluarga saya memaksa saya kursus berenang, dan saya jadi membenci kolam renang serta tidak pernah belajar berenang dengan benar. Ketika saya bersekolah di New York, kami diwajibkan mengikuti tes berenang di sebuah kolam. Saya gagal. Meski saya sering memancing menggunakan tombak, menyelam, dan berselancar dalam ombak musim dingin yang sangat besar, saya tidak lulus tes berenang karena m tidak bisa gaya berenang yang benar. Saya ingat ketika saat itu menulis surat ke rumah dan mencoba menjelaskan kepada teman-teman saya bahwa saya ikut kursus berenang karena saya tidak lulus tes. Mereka adalah teman-teman berenang saya selama bertahuntahun dalam ombak paling berbahaya di Hawaii.

Berita baiknya adalah saya akhirnya bisa berenang dengan gaya yang benar dalam kolam air tawar. Sebelum itu saya berenang dengan kombinasi gaya dada dan gaya samping dengan tendangan gunting, yang terlihat tak menarik dan tak masuk akal bagi para instruktur berenang.

Inti cerita ini adalah, meski tidak bisa berenang jam digital masjid dengan gaya yang benar dalam kolam air tawar, saya merasa sangat nyaman berenang dilaut, bahkan dalam laut terbuka yang ombaknya sangat besar.
Sampai sekarang saya masih tidak bisa berenang dengan benar, tapi saya sangat suka berenang di laut. Saya mengenal orang-orang yang bisa berenang dengan gaya yang sempurna dalam kolam tapi takut berenang dalam laut yang ganas. Seperti kata pepatah. ”Lain orang lain gaya? "

Gaya Belajar yang Berlainan

lnti pembahasan ini bukanlah untuk membicarakan kelemahan saya dalam hal berenang, tapi untuk menggambarkan bahwa kita semua belajar dengan cara yang berlainan dan kita semua melakukan berbagai hal dengan cara yang berlainan. Meski sekarang bisa berenang dengan gaya yang benar, saya merasa jauh lebih mudah berenang dengan gaya saya sendiri. Saya takkan pernah berenang dalam perlombaan seperti teman saya Willy, dan saya takkan pernah mendapat penghargaan atas gaya saya yang anggun, tapi saya merasa cocok melakukan berbagai hal dengan cara saya senditi-dan, menurut saya, demikian juga sebagian besar dari kita. Kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan, tapi kita lebih suka melakukan berbagai hal dengan jam digital masjid cara yang kita sukai. Demikian juga anak-anak anda dalam hal belajar.

Cara Menemukan Kejeniusan Anak Anda

Untuk menemukan kejeniusan anak anda, anda pertama-tama harus mengetahui cara mereka belajar dan alasan mengapa mereka akan belajar sesuatu. Sebagai contoh, saya tidak belajar berenang karena saya tidak mau belajar berenang. Saya belajar berenang karena saya ingin berselancar. Jika tidak untuk berselancar, saya tidak tertarik belajar berenang, dan memaksa saya belajar hanya membuat saya semakin benci berenang. Daripada mulai di bagian dangkal bersama anak-anak lain, saya jauh lebih senang melompat ke bagian yang dalam dan belajar bertahan hidup. Sama halnya dengan belajar membaca laporan keuangan. Saya tidak belajar akuntansi karena ' ingin menjadi akuntan. Saya belajar akuntansi dasar karena saya ' ingin menjadi kaya. Jika menurut anda gaya berenang saya jelek. ' anda harus melihat keterampilan akuntansi saya.



  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Gaya Belajar yang Berlainan
      Komentar(0)